PENULISAN OPINI
“Fasilitas Penunjang Perkuliahan Secara Online
di Tengah Pandemi Covid-19”
Hampir 1 semester
Perguruan Tinggi Negri maupun Swasta memberlakukan kuliah sistem daring. Semua
tugas, absensi, dan lainnya dilakukan secara online.
Yang dirasakan
Mahasiswa/i hanya rasa kejenuhan akan tugas yang semakin menumpuk, tidak
menggunakan fasilitas yang sudah disediakan tetapi kita tetap harus membayar kuliah.
Banyak sekali Mahasiswa/i
turun kejalan untuk demo masalah pembayaran dan lainnya. Seperti kampus swasta
di daerah jakarta barat melaukan aksi di depan gedung kementrian pendidikan dan
kebudayaan.
Tidak hanya itu sebagian
kampus swasta pun menyuarakan ketidak adilan melalui spanduk yang di tempel kan
di depan gerbang kampus.
Mahasiswa/i meminta
keadilan dari pihak kampus untuk keringanan pembayaran, karna Mahasiswa/i
merasa tidak menggunakan fasilitas kampus dan semacamnya. Yang mereka gunakan
hanya smartphone atau laptop itupun dengan kuota sendiri tidak mendapatkan
subsidi kuota.
Dengan konsisi seperti
ini banyak keluarga yang kesulitan perekonomian nya, jadi sangat butuh sekali
keringan dari pihak kampus. Tetapi dengan kebijakan kampus akhirnya menurunkan
surat edaran mengenai biaya potongan walaupun tidak seberapa tetapi kita harus
bersyukur.
Melakukan kuliah sistem
daring itu ada suka dan duka nya sebenernya, kita bahas senengnya dulu semenjak
belajar dirumahkan otomatis kita yang biasa nya bangun pagi dan berangkat
dengan kemacetan Ibukota ini kita masih bisa tertidur lelap tanpa harus
memikirkan hal tersebut.
Dengan melakukan
perkuliahan sistem daring pun kita merasa santai untuk mengerjakannya, bisa
kapanpun saja.
Duka nya adalah fakir
kuota pasti banyak beraneka ragam tipe dosen mengajar ada yang hanya mau share
tugas, nge rangkum, dan juga ada yang maunya zoom terus. Permasalah dari kita
itu biasanya pemborosan kuota yang sangat melonjak dari biasanya.
Tidak hanya itu terkadang
tuh kita terlihat santai dan bahagia bisa melakukan aktivitas di rumah saja,
nyata nya tidak seperti itu tugas yang hampir setiap hari ada dan tidak ada
jeda jika ditinggal menjadi menumpuk terus dengan udara yang dihirup selalu
sama ini terasa sangat membosankan.
Pelajaran yang diambil
dari semua ini, selalu bersyukur dan menjaga kesehatan dan selalu jaga
kebersihan, dan effect terbaiknya udara dijakarta semakin membaik sebelum
adanya new normal ini.
Komentar
Posting Komentar