Review Sistem Komunikasi Kelompok
Pengertian
Komunikasi kelompok adalah
sekumpulan orang yang berkomunikasi dan mempunyai tujuan bersama yang
berinteraksi satu sama lain mencapai ujuan bersama. Komunikasi kelompok dapat
di definisikan sebagai pertukaran informasi antara mereka yang memiliki
kesamaan dalam hal budaya, linguistik,atau geografi. Hal ini di tegaskan oleh
Rakhmat (2001:140) yang menyatakan bahwa komunikasi kelompok digunakan untuk
saling bertukar informasi, menambah pengetahuan, memperteguh atau mengubah
sikap dan prilaku, mengembangkan kesehatan jiwa, dan meningkatkan kesadaran.
Kelompok
dan Pengaruhnya pada Perilaku Komunikasi
Para ahli psikolog dan
sosiologi mengklafisikan kelompok menjadi empat, yaitu :
a. Kelompok Primer dan Kelompok
Sekunder
Charles
Horton Cooley pada tahun 1909 (dalam Jalaluddin Rakhmat, 1994) mengatakan
bahwa kelompok primer adalah suatu kelompok yang anggota-anggotanya berhubungan
akrab, personal, dan menyentuh hati dalam asosiasi dan kerja sama. Sedangkan
kelompok sekunder adalah kelompok yang anggota-anggotanya berhubungan
tidak akrab, tidak personal, dan tidak menyentuh hati kita.
Jalaludin
Rakhmat membedakan kelompok ini berdasarkan karakteristik komunikasinya,
sebagai berikut:
Kualitas
komunikasi pada kelompok primer bersifat dalam dan meluas. Dalam, artinya
menembus kepribadian kita yang paling tersembunyi, menyingkap unsur-unsur backstage (perilaku
yang kita tampakkan dalam suasana privat saja). Meluas, artinya sedikit sekali
kendala yang menentukan rentangan dan cara berkomunikasi. Pada kelompok
sekunder komunikasi bersifat dangkal dan terbatas.
Komunikasi
pada kelompok primer bersifat personal, sedangkan kelompok sekunder
nonpersonal.
Komunikasi
kelompok primer lebih menekankan aspek hubungan daripada aspek isi, sedangkan
kelompok sekunder adalah sebaliknya.
Komunikasi
kelompok primer cenderung ekspresif, sedangkan kelompok sekunder instrumental.
Komunikasi
kelompok primer cenderung informal, sedangkan kelompok sekunder formal.
b. Ingroup dan Outgrup
Ingroup
adalah kelompok kita, outgroup adalah kelompok mereka.
c. Kelompok Keanggotaan dan Kelompok
Rujukan
Theodore
Newcomb (1930) melahirkan istilah kelompok keanggotaan (membership group) dan
kelompok rujukan (reference group). Kelompok keanggotaan adalah kelompok yang
anggota-anggotanya secara administratif dan fisik menjadi anggota kelompok itu.
Sedangkan kelompok rujukan adalah kelompok yang digunakan sebagai alat ukur
(standard) untuk menilai diri sendiri atau untuk membentuk sikap.
kelompok rujukan mempunyai tiga fungsi: fungsi
komparatif, fungsi normatif, dan fungsi perspektif. Saya menjadikan Islam
sebagai kelompok rujukan saya, untuk mengukur dan menilai keadaan dan status
saya sekarang (fungsi komparatif. Islam juga memberikan kepada saya norma-norma
dan sejumlah sikap yang harus saya miliki-kerangka rujukan untuk membimbing
perilaku saya, sekaligus menunjukkan apa yang harus saya capai (fungsi
normatif). Selain itu, Islam juga memberikan kepada saya cara memandang dunia
ini-cara mendefinisikan situasi, mengorganisasikan pengalaman, dan memberikan
makna pada berbagai objek, peristiwa, dan orang yang saya temui (fungsi
perspektif). Namun Islam bukan satu-satunya kelompok rujukan saya. Dalam bidang
ilmu, Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) adalah kelompok rujukan saya,
di samping menjadi kelompok keanggotaan saya. Apapun kelompok rujukan itu,
perilaku saya sangat dipengaruhi, termasuk perilaku saya dalam berkomunikasi.
d. Kelompok Deskriptif dan Kelompok
Preskriptif
John
F. Cragan dan David W. Wright (1980) membagi kelompok menjadi dua: n
peskriptif. Kategori deskriptif menunjukkan klasifikasi kelompok dengan melihat
proses pembentukannya secara alamiah. Berdasarkan tujuan, ukuran, dan pola
komunikasi, kelompok deskriptif dibedakan menjadi tiga: a. kelompok tugas;
b. kelompok pertemuan; dan c. kelompok penyadar. Kelompok tugas
bertujuan memecahkan masalah, misalnya transplantasi jantung, atau merancang
kampanye politik. Kelompok pertemuan adalah kelompok orang yang menjadikan diri
mereka sebagai acara pokok. Melalui diskusi, setiap anggota berusaha belajar
lebih banyak tentang dirinya. Kelompok terapi di rumah sakit jiwa adalah contoh
kelompok pertemuan.Kelompok penyadar mempunyai tugas utama menciptakan
identitas sosial politik yang baru. Kelompok revolusioner radikal; (di AS) pada
tahun 1960-an menggunakan proses ini dengan cukup banyak.
Reskriptif,
mengacu pada langkah-langkah yang harus ditempuh anggota kelompok dalam
mencapai tujuan kelompok. Cragan dan Wright mengkategorikan enam format
kelompok preskriptif, yaitu: diskusi meja bundar, simposium, diskusi panel,
forum, kolokium, dan prosedur parlementer.
Pengaruh
Kelompok pada Perilaku Komunikasi
1. Konformitas.
Konformitas adalah
perubahan perilaku atau kepercayaan menuju (norma) kelompok sebagai akibat
tekanan kelompok-yang real atau dibayangkan. Bila sejumlah orang dalam kelompok
mengatakan atau melakukan sesuatu, ada kecenderungan para anggota untuk
mengatakan dan melakukan hal yang sama. Jadi, kalau anda merencanakan untuk
menjadi ketua kelompok,aturlah rekan-rekan anda untuk menyebar dalam kelompok.
Ketika anda meminta persetujuan anggota, usahakan rekan-rekan anda secara
persetujuan mereka. Tumbuhkan seakan-akan seluruh anggota kelompok sudah
setuju. Besar kemungkinan anggota-anggota berikutnya untuk setuju juga.
2. Fasilitasi
sosial.
Fasilitasi (dari kata
Prancis facile, artinya mudah) menunjukkan kelancaran atau peningkatan
kualitas kerja karena ditonton kelompok. Kelompok mempengaruhi pekerjaan
sehingga menjadi lebih mudah. Robert Zajonz (1965) menjelaskan bahwa kehadiran
orang lain-dianggap-menimbulkan efek pembangkit energi pada perilaku individu.
Efek ini terjadi pada berbagai situasi sosial, bukan hanya didepan orang yang
menggairahkan kita. Energi yang meningkat akan mempertingi kemungkinan
dikeluarkannya respon yang dominan. Respon dominan adalah perilaku yang kita
kuasai. Bila respon yang dominan itu adalah yang benar, terjadi peningkatan
prestasi. Bila respon dominan itu adalah yang salah, terjadi penurunan
prestasi. Untuk pekerjaan yang mudah, respon yang dominan adalah respon yang
banar; karena itu, peneliti-peneliti melihat melihat kelompok mempertinggi
kualitas kerja individu.
3. Polarisasi.
Polarisasi adalah
kecenderungan ke arah posisi yang ekstrem. Bila sebelum diskusi kelompok para
anggota mempunyai sikap agak mendukung tindakan tertentu, setelah diskusi
mereka akan lebih kuat lagi mendukung tindakan itu. Sebaliknya, bila sebelum
diskusi para anggota kelompok agak menentang tindakan tertentu, setelah diskusi
mereka akan menentang lebih keras.
Faktor
– Faktor yang Mempengaruhi Keefektifan Kelompok
Ke efektifan kelompok
adalah pencapai tujuan melalui kerjasama antar anggota kelompok yang
dipengaruhi oleh faktor situasional (ukuran kelompok, jaringan komunikasi,
kohesi kelompok, dan kepemimpinan) dan faktor personal (kebutuhan interpersonal
dan proses interpersonal).
Bentuk
Komunikasi Kelompok
·
Komunikasi
Kelompok Deskriptif :
Krelompok
tugas kelompok pertemuan, dan kelompok penyadar.
·
Komunikasi
Kelompok Preskriptif
Formasi
diskusi, diskusi meja bundar, simposium, diskusi panel forum kolokium prosedur
perlamenter
Sistem
Agenda Pemecahan Masalah
Terdapat 3 pola :
urutan pemecahan permasalah kreatif, urutan berpikir reflektif, dan pola solusi
ideal.

Komentar
Posting Komentar